Semarang - Lokasi kuliner berikutnya di kota Semarang yang disinggahi oleh penulis adalah Nasi Ayam Bu Pini. Lokasi kuliner kali ini adalah jajanan kaki lima yang dekat dengan sebuah pusat jajanan kaki lima yang hanya dibuka pada hari Jumat hingga Minggu, yaitu Pasar Semawis. Walaupun Nasi Ayam Bu Pini yang berupa jajanan kaki lima, namun namanya sudah cukup terkenal di Kota Semarang. Memang masih ada beberapa lokasi lain yang menjual Nasi Ayam, namun Nasi Ayam Bu Pini ini yang paling terkenal dan banyak dicari.
Lokasi tempat berjualan Nasi Ayam Bu Pini ini untuk pagi hari dan malam hari adalah berbeda di 2 tempat yang letaknya tidak berjauhan. Pada pagi hari, lokasi tempat berjualannya adalah di Jalan Gg. Pinggir No. 134 (seberang Gg. Tengah). Pada malam hari terletak di Jalan Gg. Pinggir No. 34 dekat depan gang menuju Penginapan Roemah Pantes, yaitu Jalan Kalikuping. Sedangkan lokasi berjualan pada pagi hari terletak sekitar 250 meter maju ke depan menjauh dari Pasar Semawis (setelah pertigaan Jalan Gang Tengah). Jadi bagi Anda yang ingin mencari lokasi kuliner yang satu ini, harus mengingat jadwal kedua waktu ini, karena letak warung makannya berpindah-pindah.
Ungaran, Jawa Tengah - Liburan kali ini, penulis kembali mengunjungi Kota Semarang. Sebenarnya Kunjungan ke kota Semarang kali ini tujuan utamanya adalah untuk menghadiri undangan resepsi pernikahan. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh penulis untuk melanjutkan kegiatan berburu kuliner di kota Semarang sebagaimana yang pernah dilakukan penulis beberapa tahun yang lalu. Kali ini penulis kembali ditemani oleh sepupu penulis yang merupakan pemandu wisata berburu kuliner kami di kota Semarang dan sekitarnya.
Salah satu lokasi kuliner yang penulis kunjungi adalah Sate Sapi Pak Kempleng yang berada di kota Ungaran. Kota Ungaran terletak 17 km di sebelah selatan kota Semarang. Awalnya penulis hanya membayangkan bahwa Sate Pak Kempleng ini sajiannya biasa saja karena sate merupakan kuliner umum dan mudah kita temukan di mana saja di seluruh Indonesia. Namun sepupu penulis meyakinkan bahwa kami harus mencoba kuliner ini dan dijamin tidak akan kecewa.
SALATIGA - Beberapa hari yang lalu, penulis mendapatkan oleh-oleh dari tante penulis yang tinggal di Ungaran. Oleh-oleh kali ini merupakan kuliner yang cukup unik dan belum pernah penulis jumpai sebelumnya. Awalnya penulis menganggap bahwa kuliner ini sebagai kuliner yang biasa saja, yaitu singkong (ketela pohon). Namun jika dilihat dari kemasannya, kuliner singkong ini tampilannya cukup mewah. Karena dibungkus dengan kemasan plastik yang cukup rapih dan higienis.
Dari nama yang tertera dikemasan tersebut, namanya adalah singkong keju. Dengan merek dagang Singkong Keju D-9, diproduksi di Salatiga, Jawa Tengah. Dari petunjuk cara pengolahan kuliner ini, disebutkan bahwa singkong keju ini dapat dihidangkan dengan cara dikukus, digoreng atau dioven. Jadi ternyata kuliner ini masih mentah dan harus diolah dahulu sebelum dapat disantap.
Penulis mencoba menyajikan singkong keju ini dengan cara dikukus. Setelah dikukus sekitar 5 menit, maka Singkong Keju ini sudah siap dinikmati. Penulis langsung mencoba mencicipi singkong keju ini selagi panas. Rupanya singkong keju ini terasa cukup nikmat dan gurih. Tanpa terasa beberapa potong singkong keju ini telah habis disantap. Walaupun hanya berupa singkong yang dikukus, tapi rasanya cukup lezat, ada rasa asin, manis dan aroma kejunya. Penulis merekomendasikan bahwa kuliner singkong keju ini layak untuk dicoba.
Menurut tante penulis, singkong keju ini dia peroleh di Perumahan Sebantengan, Ungaran dan untuk memperolehnya, harus pesan terlebih dahulu. Harga sebungkus singkong keju ini dijual seharga Rp 8.500.
Penasaran dengan kuliner yang satu ini, penulis mencoba mencari informasinya di internet, dan diperoleh di salah satu blog yang tertera alamat produsen singkong ini adalah Jl. Argowiyoto 8A, Ngalik, ABC, Salatiga. Nomor telepon +62 0298 327560 dan 0857 40014832.
Penilaian:
Kuliner ini sederhana (mencerminkan makanan rakyat Indonesia) namun cukup higienis dan kelezatannya mendapatkan nilai 80.
DIENG - Banyak sekali kuliner unik yang dapat kita temukan di Indonesia. Mulai dari kuliner ringan yang hanya dijadikan sebagai makanan camilan, hingga kuliner berat sebagai menu santapan utama. Untuk kuliner ringan, Indonesia adalah kaya dengan variasi dan bentuk makanan yang cukup menggugah selera makan. Berikut ini satu lagi jenis kuliner ringan yang penulis temukan. Kuliner ini adalah berupa manisan buah.
Kuliner yang akan dibahas kali ini adalah manisan buah yang berasal dari Dataran Tinggi Dieng, manisan carica.
Jika mendengar namanya, carica, tentulah timbul pertanyaan. Buah apakah carica itu. Carica sebenarnya adalah nama latin dari buah pepaya (nama genus pepaya). Sedangkan buah yang dijadikan manisan ini memang berasal dari sejenis buah pepaya sehingga dinamakan Carica. Buah carica yang dijadikan manisan yang kita temukan di daerah Dieng ini adalah buah pepaya khas yang hanya dapat kita temukan di dataran tinggi Dieng. Buahnya berbentuk sama seperti pepaya, hanya saja ukurannya lebih kecil, yaitu dengan panjang sekitar 7-15 cm dan diameter sekitar 3-8 cm. Rasa buahnya agak asam dan kenyal. Karena rasa buahnya yang asam, maka buah ini dibuat sebagai manisan oleh penduduk Dataran Tinggi Dieng dan sekitarnya.
Beberapa hari yang lalu penulis dibawakan oleh-oleh manisan carica ini. Manisan carica ini dikemas dalam botol selai dengan berat 350 gram. Manisan carica ini terasa kenyal saat dimakan. Dengan rasa yang manis dan sedikit asam membuat manisan ini terasa cukup menyegarkan. Sangat nikmat apabila dimakan pada saat cuaca panas. Air gula yang dipakai untuk merendam manisan carica ini (sirup) juga dapat diminum dan cukup segar.
Kabarnya buah carica ini mengandung vitamin C yang cukup tinggi sehingga sangat baik bagi kesehatan.
SEMARANG merupakan kota yang memiliki banyak jenis kuliner khas ddengan cita rasa yang lezat. Selain kuliner yang disantap di lokasi kuliner tersebut dijual, Semarang juga memilik berbagai jenis kuliner yang dapat dibawa pulang dan sangat cocok untuk dijadikan sebagai oleh-oleh. Sebut saja bandeng presto, lumpia Semarang, enting-enting gepuk, kue mochi dan masih banyak jenis kuliner lainnya.
Kue mochi (disebut juga moaci) sebenarnya merupakan kuliner masyarakat Tionghoa, yang telah diadaptasi dengan selera masyarakat Jawa Tengah. Kue mochi terbuat dari tepung ketan dengan isi kacang tanah yang dihaluskan yang dibentuk bulat seperti onde-onde dan pada permukaannya dilumuri dengan biji wijen atau tepung maizena. Sebenarnya di daerah Jawa Barat, seperti di Bandung dan Sukabumi juga dapat kita temukan kue mochi, namun justru yang lebih dikenal adalah kue mochi dari Semarang, karena kue mochi Semarang ada isinya (isi kacang tanah ditumbuk) serta bentuknya lebih besar dibandingkan dengan Kue Mochi di daerah Jawa Barat.
Saat ini ada berbagai jenis merk kue mochi khas Semarang. Di antara sekian banyak merk kue mochi, ada 1 merk kue mochi yang menurut penulis adalah kue mochi Semarang yang paling enak. Namanya adalah kue mochi Gemini. Kue mochi Gemini ini terasa lebih enak dan adonannya tidak terlalu keras. Kebanyakan kue mochi terasa kenyal dan keras saat digigit, sedangkan kue mochi Gemini terasa lebih lunak dan lembut. Hal ini karena untuk adonan kulit kue mochi Gemini ini dibuat dari tepung beras ketan.
Kue mochi Gemini saat ini telah dibuat pula dalam beberapa varian rasa, yaitu rasa talas, rasa strawberry, rasa durian, rasa coklat, rasa pandan, selain rasa originalnya, yaitu isi kacang tanah yang ditumbuk halus.
Lokasi tempat penjualan kue mochi ini adalah di Jalan Kentangan Barat 101 Semarang, telepon +62 024 3519503, 3519475.
Selain itu, Kue Mochi Gemini juga memiliki cabang di Jalan KH Wahid Hasyim 180 Semarang. Telepon +62 024 3584579.
Bagi para Pembaca yang tinggal di Jakarta, saat ini Kue Mochi Gemini juga membuka cabang di Kelapa Gading dengan nomor telepon +62 021 4500366, 91737277, 70075558.
SEMARANG - Perjalanan Penulis ke Kota Semarang yang diawali dengan berburu kuliner ke kawasan kuliner SEMAWIS, sebagaimana telah ditulis pada artikel sebelumnya sebenarnya adalah kunjungan kebetulan, karena ide yang dicetuskan oleh sepupu penulis dan suaminya. Karena waktu yang sudah malam ketika penulis beserta rombongan mendarat di kota Semarang, serta perut yang tidak dapat diajak berkompromi lagi, sehingga penulis menanyakan kira-kira lokasi kuliner mana yang dapat dikunjungi untuk segera mengisi perut ini. Sepupu penulis yang juga bingung harus ke mana untuk mencari makanan yang bisa menyesuaikan selera setiap orang dalam rombongan kami ini akhirnya mengajukan ide untuk ke pusat kuliner Semawis. Karena kabarnya di tempat ini segala jenis makanan tersedia, sehingga setiap orang dapat mencari menu kulinernya sendiri-sendiri.
Hanya saja kala itu, sepupu penulis tidak mengetahui secara pasti letak Semawis ini, karena ia juga belum pernah mengunjungi tempat ini.
Untung saja, sepupu penulis menggunakan handphone yang dapat mengakses internet secara mudah yang didukung dengan operator seluler Telkomsel Simpati. Apalagi katanya jaringan Telkomsel saat ini dapat membuka aplikasi GOOGLE MAPS, sehingga kita dapat dengan mudah mencari lokasi suatu tempat dengan menggunakan peta Google, layaknya kita mengakses dengan komputer atau laptop. Maka dengan menggunakan handphone-nya kami mencoba mencari alamat Semawis di Google dengan mengetikkan kata pencarian "Semawis + Semarang". Akhirnya diketahui bahwa letak Semawis adalah di Jalan Gang Warung. Kemudian kami buka aplikasi Simpati Google Maps dengan menggunakan fasilitas jaringan Telkomsel Simpati. Rupanya cara melakukan pencarian di sini sama seperti apabila kita membuka Google Maps pada komputer PC/laptop. Dengan mengetikkan kata "Gang Warung" pada kotak pencarian ("Search", tombol ada di bagian bawah), maka akan keluar pilihan "Gang Warung, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia". Setelah diklik pilihan tersebut, maka akan keluar peta lokasi Semawis. Untuk mendapatkan panduan ke lokasi yang kita cari ini, maka pada kolom di bagian bawah sebelah kanan klik menu "Directions", maka akan muncul isian kolom tempat titik awal berangkat (A), kami isikan dengan Ahmad Yani Airport, tempat lokasi kami saat itu. Setelah diklik tombol "get directions", muncullah jalur yang harus kami lalui supaya sampai ke lokasi tujuan. Kami ikuti panduan tersebut, ternyata kami memang tiba di tempat yang kami cari yaitu Semawis tanpa perlu khawatir tersesat. Sungguh senang, karena dalam sekejap kami sudah tiba di lokasi kuliner. Padahal sebelumnya timbul rasa khawatir, takut kalau tidak dapat menemukan lokasi kuliner yang kami buru ini, padahal badan sudah sangat lelah dan juga lapar. Sungguh luar biasa, saat ini hanya dengan bermodalkan sebuah Handphone dan Kartu Seluler Simpati dari Telkomsel yang dapat mengakses Google Maps, dunia sudah serasa berada digenggaman tangan, tidak perlu peta atau buku panduan ketika kita akan mengunjungi suatu daerah yang baru. Tanpa perlu rasa khawatir akan tersesat, kita sudah dapat menjelajah ke mana saja.
Gambar Contoh bentuk tampilan Simpati Google Maps (sumber Telkomsel)
Begitu sampai di pusat kuliner Semawis, rombongan kami pun berpencar, masing-masing berburu kuliner sesuai dengan seleranya. Penulis bersama dengan sepupu penulis akhirnya menjatuhkan pilihan pada menu Nasi Gudeg Koyor Mbok Sireng. Kebetulan Nasi Gudeg adalah merupakan menu favorit penulis. Yang membedakan nasi gudeg koyor ini dengan nasi gudeg biasa adalah terletak pada koyornya. Koyor adalah merupakan urat sapi yang dimasak hingga empuk dan berwarna kecoklatan.
Nasi Gudeg Koyor
Nasi Gudeg Koyor yang dihargai sebesar Rp 10.000 per porsi ini, terdiri dari gudeg nangka, krecek (kulit sapi), opor ayam, telor setengah potong, tahu serta koyor. Rasa gudeg khas Semarang ini yang manis namun tidak semanis gudeg khas Yogyakarta, menurut penulis cukup lezat. Tak terasa sepiring nasi gudeg koyor tandas dalam sekejap.
Sepupu penulis yang sedang makan gudeg koyor dan Mbok Sireng, Penjual Gudeg Koyor
Video tutorial cara mengakses GOOGLE MAPS menggunakan Telkomsel Simpati:
Panduan cara akses Google Maps via Handphone (sumber: http://www.tenriewa.co.cc/2010/11/berwisata-ke-bantimurung-dengan-bantuan.html):
SEMARANG 15 Oktober 2010 - Ketika pesawat yang kami tumpangi mendarat di Bandara Ahmad Yani, Kota Semarang, hari telah menjelang malam. Perut kami pun mulai protes meminta untuk diisi. Padahal kami masih masih harus ke hotel Grand Candi untuk check in. Dijemput oleh sepupu kami, kemudian penulis bertanya-tanya, kira-kira lokasi mana yang cocok dijadikan sebagai pilihan untuk BERBURU KULINER serta mengisi perut yang sejak tadi sudah ribut. Sepupu penulis pun menyebutkan satu lokasi, yang menurutnya cocok untuk dijadikan sebagai tempat untuk BERBURU KULINER, yaitu SEMAWIS. Menurut sepupu kami, Semawis adalah merupakan suatu kawasan pecinan yang pada malam hari dijadikan sebagai tempat para penjual kaki lima berjualan aneka jenis kuliner dan jajanan. Hanya saja kami tidak mengetahui dimana tepatnya lokasi kuliner tersebut. Sayangnya pada saat itu penulis tidak membawa laptop dan modem, sehingga tidak dapat searching di internet untuk mencari informasi tentang letak pusat jajanan Semawis ini. Namun sepupu penulis mengatakan bahwa handphonenya bisa mengakses internet. Apalagi katanya ia menggunakan jaringan Telkomsel, yang saat ini dapat membuka aplikasi GOOGLE MAPS, sehingga kita dapat dengan mudah mencari lokasi suatu tempat dengan menggunakan peta Google, layaknya kita mengakses dengan komputer atau laptop. Maka dengan menggunakan handphone-nya kami mencoba mencari alamat Semawis di Google dengan mengetikkan kata pencarian "Semawis + Semarang". Akhirnya diketahui bahwa letak Semawis adalah di Jalan Gang Warung. Kemudian kami buka aplikasi Simpati Google Maps dengan menggunakan fasilitas jaringan Telkomsel Simpati. Dengan Google Maps, maka diperolehlah petunjuk rute menuju ke lokasi Semawis. Kami ikuti panduan tersebut, ternyata kami memang tiba di tempat yang kami cari yaitu Semawis tanpa perlu khawatir tersesat. Sungguh senang, karena dalam sekejap kami sudah tiba di lokasi kuliner. Padahal sebelumnya timbul rasa khawatir, takut kalau tidak dapat menemukan lokasi kuliner yang kami buru ini, padahal badan sudah sangat lelah dan juga lapar. Sungguh luar biasa, saat ini hanya dengan bermodalkan sebuah Handphone dan Kartu Seluler Simpati dari Telkomsel yang dapat mengakses Google Maps, dunia sudah serasa berada digenggaman tangan, tidak perlu peta atau buku panduan ketika kita akan mengunjungi suatu daerah yang baru. Tanpa perlu rasa khawatir akan tersesat, kita sudah dapat menjelajah ke mana saja.
Gambar Contoh bentuk tampilan Simpati Google Maps (sumber Telkomsel)
Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan penulis dari pencarian Google, Semawis yang terletak di Gang Warung, yang merupakan suatu kawasan pecinan yang pada malam hari sengaja ditutup bagi kendaraan bermotor. Konon kabarnya Semawis ini sengaja diciptakan oleh solidaritas masyarakat Tionghoa di Semarang untuk tujuan pariwisata. Oleh sebab itu, maka tempat ini dinamakan dengan sebutan "SEMAWIS" yang merupakan singkatan dari "Semarang Untuk Pariwisata". Namun ada yang menyebutkan bahwa kata "Semawis" berasal dari Bahasa Jawa yang artinya adalah "tersedia". Semawis mulai pertama kali dibuka pada tanggal 15 Juli 2005 dan dibuka pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu mulai pukul 18.00 hingga sekitar pukul 23.00
Untuk mencapai Pusat Jajanan Semawis ini jika dari Simpang Lima ambil arah melalui jalan Gajah Mada (dapat melalui Jalan Brigjen DI Panjaitan atau Jalan Pandanaran) dan di perempatan lampu merah Depok (yang ada Toko sepatu Bata) belok ke kanan.
Pusat jajanan Semawis ini terletak di sebuah gang dengan panjang sekitar 350 meter. Pada kedua ujung gang, terdapat sebuah gapura yang menandakan daerah ini sebagai Pecinan Semarang, Semawis. Sepanjang Semawis ini terdapat pedagang kaki lima yang didominasi dengan aneka kuliner baik kuliner khas Tionghoa maupun kuliner khas Semarang dan Jawa Tengah. Makanan yang dijajakan di sini sebagian besar adalah mengandung babi, walaupun bagi pengunjung yang harus memilih masakan halal, juga ada namun harus berhati-hati dalam memilih. Makanan yang dijajakan antara lain: Nasi Campur khas Tionghoa (mengandung babi), sate, gudeg koyor khas Semarang, nasi pindang, nasi soto, nasi ayam, steamboat soup, bubur, bakmi, kwetiau, hingga makanan khas Palembang, Pempek. Selain itu juga tersedia penjual aneka jenis minuman, penjual aksesoris dan pernak-pernik. Pada bagian agak ke dalam, ada suatu panggung kecil tempat orang yang ingin berkaraoke.
Pada kesempatan ini penulis dan rombongan mencoba beberapa jenis kuliner seperti gudeg koyor khas Semarang, nasi pindang dan nasi soto, nasi campur, serta minuman liang teh. Gudeg koyor dengan harga Rp 10.000 per porsi yang terdiri dari gudeg nangka, krecek, opor ayam, telor setengah potong serta koyor (urat sapi). Rasa gudeg yang manis khas Semarang (berbeda dengan gudeg Jogja) menurut penulis cukup lezat juga. Selain itu penulis juga mencicipi Nasi Pindang daging sapi, yang rasanya juga cukup manis. Minuman yang dicoba adalah liang teh yang konon sebagai minuman penurun panas dengan harga Rp 3.000 per gelas. Penulis sangat senang karena dapat mencicipi salah satu makanan favorit penulis yaitu Gudeg Semarang di Semawis ini, yang cita rasanya tidak dapat penulis temukan di Jakarta.
Tak terasa setelah makan dan berkeliling ternyata waktu telah menunjukkan pukul 22.00, sehingga kami sudah harus segera kembali ke hotel untuk beristirahat karena besok harus menghadapi acara yang cukup padat.
SEMARANG - Salah satu potensi wisata yang menjadi andalan dari Kota Semarang adalah wisata kuliner. Apabila disebutkan jenis-jenis kuliner seperti wingko babat, bandeng presto, lumpia semarang, tentunya kita akan dapat membayangkan bahwa jenis kuliner yang disebutkan tersebut adalah berasal dari Kota Semarang.
Salah satu kuliner yang wajib dijadikan sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang adalah bandeng presto. Selama ini, wisatawan yang berkunjung ke Semarang, pastilah akan mencari Bandeng Presto "Juwana" yang Tokonya terletak di Jalan Pandanaran. Penulis juga selalu tidak lupa untuk menyempatkan diri ke lokasi Toko Juwana ini untuk mencari oleh-oleh khas Semarang, terutama untuk membeli Bandeng Presto.
Namun pada kunjungan ke Semarang kali ini, Penulis mendapatkan informasi dari Pemilik Hotel Olympic tempat penulis menginap, bahwa ada satu tempat yang menjual Bandeng Presto, yang rasanya lebih enak dibandingkan dengan Bandeng Presto "Juwana". Namanya adalah Bandeng Presto "Super Vit", yang terletak di Jalan Tanah Mas. Penasaran dengan informasi berharga ini, maka penulis mencoba untuk berburu kuliner ini.
Namun setelah ditanyakan kepada supir yang mengantarkan penulis, ternyata mereka tidak mengetahui lokasi kuliner yang satu ini. Bingung juga untuk mencari tahu letak tempat ini, karena informasi tentang lokasi yang diberikan kurang lengkap dan juga penulis tidak memahami jalan-jalan di Semarang.
Untunglah penulis memiliki Handphone Nokia N8 yang dilengkapi dengan fitur yang cukup lengkap. Penulis coba mencari alamat lengkap lokasi ini di internet, dan setelah dicari melalui search engine, ternyata diperolehlah alamat lengkap Lokasi Kuliner ini adalah di Jalan Selomas Raya B-17, Semarang. Kemudian dengan menggunakan fitur Ovi Maps yang juga telah diberikan secara gratis dalam Handphone Nokia N8 ini, penulis berhasil menemukan lokasi kuliner ini. Untung saja penulis memiliki Handphone Nokia N8, yang memiliki fitur GPS lengkap berupa:
Penerima GPS, A-GPS terpadu
Ovi Maps dengan navigasi gratis buat mobil & pejalan kaki
Penentuan Posisi Wi-Fi
Kompas dan akselerometer untuk orientasi tampilan yang benar
Gunakan Nokia Ovi Suite untuk mendapatkan peta negara terbaru di Ovi Maps N8 secara gratis.
Belum lengkap rasanya penulis membuat tulisan ini tanpa dilengkapi dengan foto, maka penulis mencoba mengabadikan kuliner yang satu ini melalui foto-foto yang juga diambil dengan menggunakan kamera dari Nokia N8 ini. Kamera Nokia N8 ini dilengkapi juga dengan kamera yang memiliki spesifikasi cukup lengkap berupa:
Kamera 12 megapiksel dengan lensa Carl Zeiss
Perbesaran 1/1.183” format sensor gambar pada optik
Jendela bidik 16:9 selayar penuh dengan parameter layar sentuh yang mudah digunakan
Lampu kilat Xenon dengan penghapusan red-eye otomatis
Perangkat lunak untuk pengenalan wajah
Autofokus
Panjang fokus : 5,9 mm (setara dengan 28mm sampai 35mm format film)
Angka F/Aperture: F2.8
Format file foto : JPEG/EXIF
Perbesaran hingga 2x (digital) untuk gambar
Perbesaran hingga 3x (digital) untuk video
Kamera kedua untuk panggilan video (VGA, 640 x 480 piksel)
Fitur settingan favorit
Menggunakan kontrol kamera manual untuk mengatur keseimbangan warna putih, mode pemandangan, kompensasi eksposure, nuansa warna, jendela bidik dengan grid, tingkat ketajaman, kontras, kontrol lampu kilat, sensitifitas cahaya(ISO), waktu hitung mundur, pengenalan wajah
sehingga hasil jepretan Nokia N8 dengan kamera 12 megapiksel yang dilengkapi dengan dengan lensa Carl Zeiss ini kualitasnya cukup baik dan dapat dipasang pada tulisan ini. Sehingga Pembaca dapat melihat gambar detil dari Toko Bandeng Presto "Super Vit" di bawah ini (silakan klik gambar di bawah ini untuk perbesar).
Di samping fitur yang dimiliki Nokia N8 berupa fitur Navigasi dan GPS serta kamera yang cukup canggih, ternyata Nokia N8 masih memiliki banyak fitur-fitur canggih lainnya. Untuk fitur selengkapnya dapat dilihat di sini.
Kembali ke topik kita tentang berburu kuliner di Kota Semarang ini, maka setelah tiba kembali di Jakarta, penulis mencoba bandeng presto "Super Vit" ini. Rupanya memang benar, rasa bandeng presto ini jauh lebih enak dari pada bandeng presto yang sudah pernah penulis rasakan. Menurut penjual bandeng presto Super Vit ini, memang mereka hanya memproduksi bandeng presto ini sesuai dengan pesanan, wajar saja, ketika penulis memesan jumlah yang cukup banyak, masih harus menunggu 3 jam. Akhirnya penulis meminta agar pesanan ini dikirimkan saja ke hotel tempat penulis menginap. Rupanya dengan sistem ini, produk bandeng presto Super Vit ini tetap terjaga kesegaran dan cita rasanya. Jadi apabila para Pembaca ingin membeli bandeng presto ini, alangkah baiknya terlebih dahulu memesan melalui telepon di nomor: 024-3513457.
Selain dijual bandeng presto, di tempat ini juga dijual pepes bandeng presto. menurut penulis, pepes bandeng presto ini lebih enak daripada bandeng presto, karena bumbu yang telah diolesi merata pada ikan bandeng tersebut kemudian dibungkus daun pisang dan dipepes. Sehingga rasa bumbunya sangat terasa.
Harga bandeng presto Super Vit ini adalah Rp 55.000 per kg.