Showing posts with label Sumatera Selatan. Show all posts
Showing posts with label Sumatera Selatan. Show all posts

Tuesday, May 31, 2011

Berburu Pempek Enak Di Palembang: Pempek Saga

PALEMBANG - Apabila kita mendengar nama kota Palembang di sebut, maka yang terbayang dalam ingatan kita adalah makanan khas Palembang yaitu Pempek. Padahal sebenarnya masih banyak makanan khas dari kota Palembang ini, seperti pindang ikan atau pindang tulang, Mie Celor, Martabak Har, maksuba dan kue delapan jam, model, tekwan, serta masih banyak kuliner lainnya. Bagi Anda yang berkunjung ke Palembang, tentunya tidak akan lengkap apabila belum menikmati Pempek.

Penjual pempek dapat kita temukan hampir di setiap sudut Kota Palembang. Hampir setiap rumah makan, apapun jenis rumah makannya, selalu ada menu pempek. Oleh sebab itu, bagi pendatang baru di Palembang, tentunya sulit untuk menentukan lokasi Pempek mana yang layak untuk dikunjungi. Penulis yang pernah tinggal beberapa saat di Palembang, pernah mencoba beberapa lokasi rumah makan pempek yang kabarnya cukup terkenal. Dari sekian banyak lokasi rumah makan pempek, Pempek Saga "Sudi Mampir" merupakan salah satu rumah makan yang menghidangkan pempek dengan rasa yang terbaik menurut penulis.

Pempek yang disajikan di rumah makan Pempek Saga "Sudi Mampir" ini terbilang cukup enak. Pempeknya gurih dan tidak amis. Cuka pempeknya (di Palembang disebut "cuko") yang khas dan enak.

Rumah makan yang terletak di Jl. Merdeka No. 8, 22 Ilir, tepat berada di depan Kantor Walikota Palembang, cukup ramai dikunjungi oleh pengunjung. Suasana makan di tempat ini cukup bagus pada malam hari, sambil menikmati pempek, kita dapat melihat gedung walikota dengan lampu hias yang cukup megah.

Mengenai harga, memang Pempek Saga ini terbilang paling mahal jika dibandingkan dengan penjual pempek lainnya. Satu potong pempek harganya Rp 4.000. Jika di tempat lain mungkin kita bisa membeli pempek dengan harga sepotongnya antara Rp 1.500 s.d. Rp 3.000.

Selain menyediakan pempek, di tempat ini juga disediakan menu Model, Tekwan, Celimpungan, otak-otak. Minuman yang disediakan di sini adalah es kacang merah (es ini juga sangat terkenal sebagai minuman khas Palembang), es teh manis, serta aneka jus buah.

Alamat Rumah Makan Pempek Saga "Sudi Mampir" :
Jl. Merdeka No. 8 22 Ilir depan Walikota Palembang
Telp. +62 0711 706 9384 atau +62 0711 314417

Cabang:
Jl. Kapt. Cek Syeh No 191/192
Simpang Tiga Kebon Duku 18 Ilir Palembang
Telp. 0711 379 021

Friday, May 6, 2011

Berburu Bakmi Enak di Palembang

Palembang - Umumnya setiap orang yang datang ke Palembang, pastilah akan selalu mencari pempek. Dan memang di setiap sudut kota Palembang pastilah ada penjual pempek, baik itu berupa pedagang kaki lima, warung kecil hingga rumah makan besar. Sehingga Palembang ini identik dengan sebutan kota Pempek. Walaupun dimana-mana kita melihat hanya ada penjual pempek, bukan berarti di Palembang tidak ada jenis kuliner lainnya.
Sebenarnya jika kita mencoba untuk mencari dan berburu kuliner di Palembang, sangat banyak jenis kuliner di kota ini. Sehingga Pemerintah Kota Palembang saat ini tengah gencar mengkampanyekan wisata kuliner di kota Palembang selain wisata airnya.

Salah satu kuliner di kota Palembang yang dapat kita cari adalah Bakmi. Ada beberapa lokasi kuliner Bakmi yang layak untuk dicoba. Di antara lokasi penjual Bakmi di Kota Palembang, yang cukup terkenal adalah Bakmi di daerah Dempo. Di daerah ini ada 2 lokasi kuliner Bakmi yang cukup terkenal, yaitu Bakmi Halleluya dan Bakmi Alloy.

Penulis mencoba berburu kuliner ke Rumah Makan Bakmi Halleluya.

Rumah Makan Bakmi Halleluya terletak di Jalan Dempo Luar No. 916, Palembang. Nomor telepon yang dapat dihubungi adalah +62 0711 4268105. Untuk mencapai tempat ini, dari jalan Jend. Sudirman (arah ke Jembatan Ampera) ambil Jalan Kol. Atmo kemudian belok kiri di Jl. Dempo Luar. Rumah makan Halleluya terletak di sisi kiri jalan.
Kesan pertama ketika melihat penampilan bakmi ini, penulis kurang yakin apabila Bakmi Palembang ini rasanya sebanding dengan Bakmi yang biasa penulis santap di Jakarta, Medan, atau Pontianak. Karena penampilan dari Bakmi ini yang terlihat warnanya pucat (tidak kecoklatan seperti Bakmi pada umumnya). Namun setelah disantap, ternyata rasa Bakmi Halleluya ini tidak kalah dengan Bakmi Jakarta, Medan atau Pontianak. Keunikan dari Bakmi Halleluya adalah mie-nya yang sangat kenyal.

Di sini penulis mencoba Bakmi Pangsit (seperti tampak pada gambar di atas). Satu porsi bakmi pangsit dibandrol dengan harga Rp 14.000. Penulis juga memesan pangsit goreng yang dihargai Rp 2.000 per potong. Menurut penulis, cita rasa Bakmi Palembang ini hampir sebanding dengan beberapa jenis Bakmi enak yang pernah penulis nikmati di Jakarta, Medan dan Pontianak. Kelebihan dari Bakmi Palembang ini terletak pada mie-nya yang kenyal. Secara keseluruhan penulis memberi nilai 75 untuk Bakmi Pangsit Halleluya, Palembang.

Selain bakmi pangsit, tersedia juga bakmi dengan jerohan. Bakmi di rumah makan Halleluya ini mengandung babi, sehingga tidak cocok bagi Pembaca sekalian yang beragama Islam.

Monday, November 22, 2010

Berburu Pindang Patin Khas Palembang di Rumah Makan Sri Melayu

PALEMBANG - Apabila mengunjungi kota Palembang, belum lengkap rasanya bila belum mampir ke Rumah Makan Sri Melayu. Rumah Makan ini menyajikan suasana makan yang bernuansa Melayu Sumatera Selatan. Terletak di Jalan Demang Lebar Daun No. 1 Palembang - 30163, telepon +62 (0711) 420468 (tidak jauh dari istana gubernur Sumatera Selatan, Griya Agung) adalah merupakan Rumah Makan yang selalu dikunjungi oleh para pejabat dan orang penting jika berkunjung ke kota Palembang.

Karena penasaran dengan cerita bahwa rumah makan ini adalah merupakan rumah makan yang dikunjungi oleh pejabat-pejabat elit, maka ketika mengunjungi Palembang, penulis mencoba untuk menyempatkan diri berburu kuliner di rumah makan ini.

Rumah makan ini terletak di areal yang cukup luas (kira-kira luasnya sekitar 1 hektar) dengan banyak pepohanan yang rindang. Bangunan utama rumah makan ini bergaya bangunan khas Palembang yang sebagian besar terbuat dari kayu. Di tengah-tengah rumah makan terdapat sebuah kolam ikan dengan ikan yang cukup banyak dan besar. Tempat ini cukup nyaman bagi orang yang ingin menikmati makanannya sambil mengobrol. Wajar saja jika tempat ini dijadikan bagi para pejabat dan pebisnis sebagai tempat makan sambil mendiskusikan pekerjaan. Kabarnya tempat ini dapat menampung pengunjung hingga sekitar 300 orang.


Makanan yang disajikan bergaya penyajian seperti di restoran Minang, dimana semua jenis lauk dan makanan akan dikeluarkan. Kecuali untuk menu utama dan andalan dari rumah makan ini, yaitu pindang ikan, maka pelayannya akan menanyai pengunjungnya, ingin menu pindang jenis ikan apa. Di sini tersedia pindang ikan patin dan pindang ikan bawung. Penulis bersama dengan keluarga mencoba untuk memesan pindang ikan patin dan pindang ikan bawung supaya dapat merasakan semua jenis pindangnya. Pindang ini dimasak dengan campuran daun kemangi yang dipadukan dengan aroma campuran berbagai bahan tambahan lainnya, seperti lengkuas, tomat, nanas, dan mentimun. Sebenarnya di rumah makan ini masih ada 1 jenis pindang lagi, yaitu pindang ikan salai (ikan yang diasap).

Sedangkan menu lainnya dihidangkan seluruhnya di atas meja, ada ikan seluang goreng (ikan seluang merupakan ikan khas sungai Musi berbentuk kecil-kecil dan digoreng sampai garing seperti ikan asin), cumi goreng tepung, sate ikan (jangan dibayangkan kalau bentuknya seperti sate yang kita kenal, karena sate ikan ini adalah ikan yang dihaluskan dan diberi tepung kanji kemudian dibentuk seperti seperti bola dan ditusukkan pada sebatang lidi), tempoyak (berbahan dasar durian mentah difermentasikan yang dibungkus daun pisang dan dipepes dengan cabe merah dan terasa asam), sambal goreng pete, lalapan, serta tidak ketinggalan sambal mangga yang merupakan sambal khas Sumatera.

Pindang ikan patin dan bawung disajikan dalam tempat khas sehingga masih tetap panas. Penulis sangat menikmati makanan ini, walaupun sebenarnya penulis kurang cocok dengan masakan bergaya Melayu yang cukup pedas. Namun karena rasanya yang khas agak asam dan segar, sehingga hidangan ini sangat cocok disantap ketika siang dimana cuaca di kota Palembang yang cukup panas. Namun sebenarnya masih ada satu tempat yang menyajikan patin ikan yang rasanya menurut penulis lebih enak dibandingkan tempat ini, yaitu Rumah Makan Pindang Meranjat Ibu Ucha, namun keunggulan pindang di Rumah Makan Sri Melayu ini adalah pindang yang dihidangkan senantiasa tetap hangat karena dihidangkan di tempat khusus yang terbuat dari bahan stainless steel dan di bawahnya terdapat tungku api kecil untuk menghangatkan.

Di tempat ini juga menyediakan aneka jenis minuman dingin maupun hangat seperti jus tomat, jus jambu, jus alpukat, teh manis, dan minuman kelapa muda yang segar

Penulis membayangkan bahwa Rumah Makan ini adalah merupakan rumah makan kalangan pejabat sehingga harganya tentulah sangat mahal. Tapi ternyata bayangan ini tidak terbukti. Harga makanan di tempat ini relatif masih wajar dan tidaklah sangat mahal. Harga pindang per porsinya rata-rata adalah Rp 15.000.

Menurut informasi yang berhasil penulis peroleh, rumah makan ini didirikan sejak tahun 1991 oleh Ismail Umar, dan Komariah yang konsepnya terinspirasi ketika mereka berkunjung ke Malaysia. Bahkan saat ini Rumah Makan Sri Melayu telah memiliki cabang di Jakarta yaitu di Jalan Veteran, Bintaro dan Bendung Hilir, samping Rumah Sakit Mintoharjo, Jakarta Pusat.

Tuesday, August 31, 2010

Soerabi Bandung ENHaii di Palembang

PALEMBANG - Kota Palembang saat ini sedang giat-giatnya mempromosikan dunia pariwisatanya dengan menghadirkan berbagai macam kegiatan wisata. Baik itu wisata air, wisata pemandangan, wisata budaya dan sejarah, serta wisata kuliner. Apalagi dalam menyambut Pesta Olahraga SEA GAMES 2011 yang akan dilakukan di Sumatera Selatan (khususnya Palembang). Maka Pemerintah Daerah Sumatera Selatan saat ini sangat mendukung kegiatan investor yang mendirikan tempat wisata. Oleh sebab ini, saat ini banyak bermunculan lokasi-lokasi kuliner baru di Kota Palembang.

Salah satu tempat kuliner yang hadir di Kota Palembang pada pertengahan Mei 2010 adalah Soerabie Bandung ENHAii. Tempat ini dibuat dengan konsep cafe dan resto yang berhadapan langsung dengan sebuah danau kecil buatan yang memiliki jogging track dan hiasan lampu-lampu pada malam hari, yang dinamakan Kambang Iwak, sehingga sangat cocok bagi para muda-mudi sebagai tempat nongkrong ketika di sore atau malam hari. Lokasi Soerabie Bandung ENHAii ini tepatnya di Jl. Tasik No. 5 (Kambang Iwak), Palembang Telp. 0711-356382.


Dengan banyak varian rasa yang ditawarkan sehingga akan menggugah selera para pencinta kue soerabi bandung, Varian rasa yang ditawarkan Soerabi ENHaii antara lain ada Soerabi Oncom, Soerabi Ayam, Soerabi sosis, Soerabi Jagung bahkan Soerabi ENHaii juga menawarkan varian rasa buah buahan seperti durian, nangka, pisang dan jagung.

Harga soerabie bandung yang dipatok di cafe dan resto ini bervariasi seperti:
Soerabi durian dengan harga dari Rp12.000 – Rp16.000,
Soerabi nangka dengan harga dari Rp7.000 – Rp10.000,
Soerabi oncom dengan harga dari Rp7.000 – Rp14.000,
Soerabi Ayam dengan harga dari Rp9.000 – Rp13.000,
Soerabi Sosis dengan harga dari Rp9.000 – Rp13.000,
Soerabi Pisang dengan harga dari Rp7.000 – Rp11.000, dan
Soerabi Jagung dengan harga dari Rp8.000 – Rp11.000

Selain mengandalkan menu utama kue soerabie bandung, resto ini juga menyajikan menu seperti Nasi Timbel, Nasi Goreng, Nasi Ayam Bakar dan lainnya.

Kue Soerabie sendiri berbahan baku dari adonan tepung beras dan tepung terigu dibuat dengan tingkat keeceran yang pas lalu dimasak menggunakan kuali kecil berbahan tanah di atas bara arang. Dahulunya kue soerabi hanya berasa tawar namun saat ini kue soerabi dapat ditambahkan varian rasa yang lezat seperti susu, coklat, keju, bahkan buah buahan.

Cafe dan resto Soerabie Bandung ENHAii ini buka dari pukul 07.00 pagi hari hingga pukul 00.00 malam. Hingga saat tulisan ini dibuat, cafe ini cukup ramai dikunjungi pembeli, terutama pada saat sore hari yang mengakibatkan parkir mobil pengunjung hingga memacetkan jalan Tasik.

Penilaian Penulis:
Rasa soerabie di tempat ini sedikit berbeda dengan soerabie di Bandung, hal ini karena untuk menyesuaikan selera masyarakat Palembang terutama untuk Soerabie rasa ayam diberi potongan ayam serta disiram dengan mayonaise (namun ada santan dan terasa agak pedas), menurut penulis rasanya aneh dan kuah siramannya seperti kuah mi celor. Jadi jika ingin memesan soerabie yang rasanya mirip dengan soerabie asli Bandung, maka pesanlah soerabie selain rasa ayam dan sosis. Untuk cita rasanya penulis berikan nilai 65.

Lokasi Soerabie ENHaii:

View Larger Map

Wednesday, March 24, 2010

Lokasi Kuliner di Palembang

- Pempek EK (daerah Dempo) walau harga lumayan mahal, tapi ikan belidonya mantap..
- Ayam Goreng 288 (daerah Dempo)
- Warung Restu Ibu, Jl. Manunggal, kepala ikan kakapnya mantap
- Soto Lemabang (samping bakso), bisa pilih jeroan + pake kuah susu. Mantap (sambelnya pedas banget)
- Belakang IP ada soto murah meriah, namun antriannya cukup ramai..
- Sop Buntut Goreng (Al Hijrah) + Serabi Hijau belakang rumah Gubernur dan Jl. Demang Lebar Daun. Uenaknya pol..
- Model Haji Dowa (daerah Bukit Besar)
- Soto Betawi samping Hotel Princess di komp. Ilir Barat Permai
- Mie Celor 26 Ilir
- Bukit Golf (kepiting & udang bakarnya enak)
- Pindang Meranjat Ibu Ucha di Demang Lebar Daun (telur ikannya mantap)
- Rumah Makan Sri Melayu di Demang Lebar Daun (yang istimewa di sini hanya cara penyajian pindang ikannya, sedangkan rasanya biasa saja)
- Pindang Sekanak (sayang minumnya kurang enak)

- Warung Legenda (cocok untuk menjamu tamu dan lebih baik di malam hari)
- Pecel Lele Pakjo (Kalau yang di deket PTC kurang mantap)
- Pindang Tutik di Plaju
- Mie Jawa Jalan Jend. Sudirman (dekat pasar Cinde, adanya malam hari)
- Sate Jakarta, kurang lebih 50 meter dari Mie Jawa ke arah simp Polda
- Pindang Pegagan depan SMA 3 (guramenya enak)
- RM Kemangi (demang lebar daun)
- Bakso cinta rasa (kertapati)
- Seafood Aroma Segar, Jl Petanang, buka malam hari
- Pecel lele Tombo Kangen samping Novotel (udang asam manisnya mantap)
- Soto Bang Ben, Jl Rajawali (ini menu soto betawi)
- Sate Supardi di M. Isa & Rajawali (lumayan mahal harganya, tapi mantap)
- Pempek Lenny belakang Celebrity Cafe, Jl Veteran
- Mie Jogja Pak karso Jalan Sapta Marga, buka jam 3 sore, jam 8 biasanya sudah habis
- Golden Dragon, paket per meja paling murah Rp1,4 juta sampe Rp 3,2 juta per meja. Sapi lada hitamnya empuk banget.
- Soerabie Bandung ENHAii, Jl. Tasik No. 5 (Kambang Iwak), Palembang Telp. 0711-356382; harga 1 porsi serabi antara Rp 10.000 s.d. Rp 14.000. Hanya saja menurut penulis, rasa serabi di tempat ini (terutama untuk yang rasa ayam dan sosis) sedikit berbeda dengan serabi di Bandung, karena telah dimodifikasi dengan selera Palembang. Serabi rasa ayam diberi potongan ayam serta disiram dengan mayonaise (namun ada santan dan terasa agak pedas), menurut penulis rasanya aneh dan kuah siramannya seperti kuah mi celor. Namun tempat ini cukup ramai dikunjungi pengunjung.
- Bubur Ayam Bandung KD, Jl. Tasik No. 6 Kambang Iwak, Palembang

Monday, March 15, 2010

Nasi Goreng Baturaja

Nasi goreng (Hanzi: 炒飯) adalah sebuah komponen penting dari masakan tradisional Tionghoa, menurut catatan sejarah sudah mulai ada sejak 4000 SM. Nasi goreng kemudian tersebar ke Asia Tenggara dibawa oleh perantau-perantau Tionghoa yang menetap di sana dan menciptakan nasi goreng khas lokal yang didasarkan atas perbedaan bumbu-bumbu dan cara menggoreng.
Nasi goreng sebenarnya muncul dari beberapa sifat dalam kebudayaan Tionghoa, yang tidak suka mencicipi makanan dingin dan juga membuang sisa makanan beberapa hari sebelumnya. Makanya, nasi yang dingin itu kemudian digoreng untuk dihidangkan kembali di meja makan.
Saat ini nasi goreng sangat mudah kita temukan berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya, jika Anda berkunjung ke Baturaja, Sumatera Selatan, cobalah menu Nasi Goreng khas Baturaja.
Nasi goreng Baturaja ini terasa sedikit unik dan tidak seperti nasi goreng biasanya walaupun bentuk dan tampilan nasi goreng adalah sama seperti nasi goreng yang kita jumpai sehari-hari yang digoreng berwarna coklat karena digoreng dengan menggunakan kecap manis. Rasa yang unik dari nasi goreng Baturaja ini adalah karena dalam bumbu untuk membuat nasi goreng ditambahkan cengkeh.
Nasi goreng Baturaja ini diberi taburan telur dadar yang digoreng tipis dan diiris memanjang, bawang goreng, krupuk serta beberapa potong mentimun dan irisan tomat.
Penulis pada tanggal 3 Februari 2010 mencoba menu nasi goreng Baturaja ini rumah makan “Nasi Goreng dan Soto Poso Arazie" yang terletak di Jl. Pahlawan Kemarung, Baturaja, Sumatera Selatan (tepatnya di depan Hotel Kencana VIP). Nasi Goreng ini dijual dengan harga Rp 8.000 per porsi. Selain menjual nasi goreng di Rumah Makan ini juga menjual soto poso (poso artinya adalah paru). Soto poso sama seperti soto biasanya dengan berbahan paru-paru sapi.
Penilaian penulis:
Harga di rumah makan ini murah, namun sayangnya nasi gorengnya sudah tidak hangat lagi, karena telah dimasak dan ketika pembeli akan membeli, langsung diambilkan dari penggorengan. Rasa nasi gorengnya sangat manis, sehingga bagi yang tidak menyukai masakan yang terasa manis mungkin akan tidak cocok untuk makan menu ini. Nilai yang dapat diberikan untuk rasa dari nasi goreng yang disajikan ini adalah 68.