Sunday, November 14, 2010

Nasi Gudeg Koyor di Warung Semawis Semarang

SEMARANG - Perjalanan Penulis ke Kota Semarang yang diawali dengan berburu kuliner ke kawasan kuliner SEMAWIS, sebagaimana telah ditulis pada artikel sebelumnya sebenarnya adalah kunjungan kebetulan, karena ide yang dicetuskan oleh sepupu penulis dan suaminya. Karena waktu yang sudah malam ketika penulis beserta rombongan mendarat di kota Semarang, serta perut yang tidak dapat diajak berkompromi lagi, sehingga penulis menanyakan kira-kira lokasi kuliner mana yang dapat dikunjungi untuk segera mengisi perut ini. Sepupu penulis yang juga bingung harus ke mana untuk mencari makanan yang bisa menyesuaikan selera setiap orang dalam rombongan kami ini akhirnya mengajukan ide untuk ke pusat kuliner Semawis. Karena kabarnya di tempat ini segala jenis makanan tersedia, sehingga setiap orang dapat mencari menu kulinernya sendiri-sendiri.

Hanya saja kala itu, sepupu penulis tidak mengetahui secara pasti letak Semawis ini, karena ia juga belum pernah mengunjungi tempat ini.
Untung saja, sepupu penulis menggunakan handphone yang dapat mengakses internet secara mudah yang didukung dengan operator seluler Telkomsel Simpati. Apalagi katanya jaringan Telkomsel saat ini dapat membuka aplikasi GOOGLE MAPS, sehingga kita dapat dengan mudah mencari lokasi suatu tempat dengan menggunakan peta Google, layaknya kita mengakses dengan komputer atau laptop. Maka dengan menggunakan handphone-nya kami mencoba mencari alamat Semawis di Google dengan mengetikkan kata pencarian "Semawis + Semarang". Akhirnya diketahui bahwa letak Semawis adalah di Jalan Gang Warung. Kemudian kami buka aplikasi Simpati Google Maps dengan menggunakan fasilitas jaringan Telkomsel Simpati. Rupanya cara melakukan pencarian di sini sama seperti apabila kita membuka Google Maps pada komputer PC/laptop. Dengan mengetikkan kata "Gang Warung" pada kotak pencarian ("Search", tombol ada di bagian bawah), maka akan keluar pilihan "Gang Warung, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia". Setelah diklik pilihan tersebut, maka akan keluar peta lokasi Semawis. Untuk mendapatkan panduan ke lokasi yang kita cari ini, maka pada kolom di bagian bawah sebelah kanan klik menu "Directions", maka akan muncul isian kolom tempat titik awal berangkat (A), kami isikan dengan Ahmad Yani Airport, tempat lokasi kami saat itu. Setelah diklik tombol "get directions", muncullah jalur yang harus kami lalui supaya sampai ke lokasi tujuan. Kami ikuti panduan tersebut, ternyata kami memang tiba di tempat yang kami cari yaitu Semawis tanpa perlu khawatir tersesat. Sungguh senang, karena dalam sekejap kami sudah tiba di lokasi kuliner. Padahal sebelumnya timbul rasa khawatir, takut kalau tidak dapat menemukan lokasi kuliner yang kami buru ini, padahal badan sudah sangat lelah dan juga lapar. Sungguh luar biasa, saat ini hanya dengan bermodalkan sebuah Handphone dan Kartu Seluler Simpati dari Telkomsel yang dapat mengakses Google Maps, dunia sudah serasa berada digenggaman tangan, tidak perlu peta atau buku panduan ketika kita akan mengunjungi suatu daerah yang baru. Tanpa perlu rasa khawatir akan tersesat, kita sudah dapat menjelajah ke mana saja.

Gambar Contoh bentuk tampilan Simpati Google Maps (sumber Telkomsel)


Begitu sampai di pusat kuliner Semawis, rombongan kami pun berpencar, masing-masing berburu kuliner sesuai dengan seleranya. Penulis bersama dengan sepupu penulis akhirnya menjatuhkan pilihan pada menu Nasi Gudeg Koyor Mbok Sireng. Kebetulan Nasi Gudeg adalah merupakan menu favorit penulis. Yang membedakan nasi gudeg koyor ini dengan nasi gudeg biasa adalah terletak pada koyornya. Koyor adalah merupakan urat sapi yang dimasak hingga empuk dan berwarna kecoklatan.
Nasi Gudeg Koyor

Nasi Gudeg Koyor yang dihargai sebesar Rp 10.000 per porsi ini, terdiri dari gudeg nangka, krecek (kulit sapi), opor ayam, telor setengah potong, tahu serta koyor. Rasa gudeg khas Semarang ini yang manis namun tidak semanis gudeg khas Yogyakarta, menurut penulis cukup lezat. Tak terasa sepiring nasi gudeg koyor tandas dalam sekejap.
Sepupu penulis yang sedang makan gudeg koyor dan Mbok Sireng, Penjual Gudeg Koyor


Video tutorial cara mengakses GOOGLE MAPS menggunakan Telkomsel Simpati:

Panduan cara akses Google Maps via Handphone (sumber: http://www.tenriewa.co.cc/2010/11/berwisata-ke-bantimurung-dengan-bantuan.html):


Peta lokasi Semawis:

View Larger Map

Tuesday, October 26, 2010

Semawis: Pusat Jajanan Di Kawasan Pecinan Semarang

SEMARANG 15 Oktober 2010 - Ketika pesawat yang kami tumpangi mendarat di Bandara Ahmad Yani, Kota Semarang, hari telah menjelang malam. Perut kami pun mulai protes meminta untuk diisi. Padahal kami masih masih harus ke hotel Grand Candi untuk check in. Dijemput oleh sepupu kami, kemudian penulis bertanya-tanya, kira-kira lokasi mana yang cocok dijadikan sebagai pilihan untuk BERBURU KULINER serta mengisi perut yang sejak tadi sudah ribut. Sepupu penulis pun menyebutkan satu lokasi, yang menurutnya cocok untuk dijadikan sebagai tempat untuk BERBURU KULINER, yaitu SEMAWIS. Menurut sepupu kami, Semawis adalah merupakan suatu kawasan pecinan yang pada malam hari dijadikan sebagai tempat para penjual kaki lima berjualan aneka jenis kuliner dan jajanan. Hanya saja kami tidak mengetahui dimana tepatnya lokasi kuliner tersebut. Sayangnya pada saat itu penulis tidak membawa laptop dan modem, sehingga tidak dapat searching di internet untuk mencari informasi tentang letak pusat jajanan Semawis ini. Namun sepupu penulis mengatakan bahwa handphonenya bisa mengakses internet. Apalagi katanya ia menggunakan jaringan Telkomsel, yang saat ini dapat membuka aplikasi GOOGLE MAPS, sehingga kita dapat dengan mudah mencari lokasi suatu tempat dengan menggunakan peta Google, layaknya kita mengakses dengan komputer atau laptop. Maka dengan menggunakan handphone-nya kami mencoba mencari alamat Semawis di Google dengan mengetikkan kata pencarian "Semawis + Semarang". Akhirnya diketahui bahwa letak Semawis adalah di Jalan Gang Warung. Kemudian kami buka aplikasi Simpati Google Maps dengan menggunakan fasilitas jaringan Telkomsel Simpati. Dengan Google Maps, maka diperolehlah petunjuk rute menuju ke lokasi Semawis. Kami ikuti panduan tersebut, ternyata kami memang tiba di tempat yang kami cari yaitu Semawis tanpa perlu khawatir tersesat. Sungguh senang, karena dalam sekejap kami sudah tiba di lokasi kuliner. Padahal sebelumnya timbul rasa khawatir, takut kalau tidak dapat menemukan lokasi kuliner yang kami buru ini, padahal badan sudah sangat lelah dan juga lapar. Sungguh luar biasa, saat ini hanya dengan bermodalkan sebuah Handphone dan Kartu Seluler Simpati dari Telkomsel yang dapat mengakses Google Maps, dunia sudah serasa berada digenggaman tangan, tidak perlu peta atau buku panduan ketika kita akan mengunjungi suatu daerah yang baru. Tanpa perlu rasa khawatir akan tersesat, kita sudah dapat menjelajah ke mana saja.


Gambar Contoh bentuk tampilan Simpati Google Maps (sumber Telkomsel)


Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan penulis dari pencarian Google, Semawis yang terletak di Gang Warung, yang merupakan suatu kawasan pecinan yang pada malam hari sengaja ditutup bagi kendaraan bermotor. Konon kabarnya Semawis ini sengaja diciptakan oleh solidaritas masyarakat Tionghoa di Semarang untuk tujuan pariwisata. Oleh sebab itu, maka tempat ini dinamakan dengan sebutan "SEMAWIS" yang merupakan singkatan dari "Semarang Untuk Pariwisata". Namun ada yang menyebutkan bahwa kata "Semawis" berasal dari Bahasa Jawa yang artinya adalah "tersedia". Semawis mulai pertama kali dibuka pada tanggal 15 Juli 2005 dan dibuka pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu mulai pukul 18.00 hingga sekitar pukul 23.00

Untuk mencapai Pusat Jajanan Semawis ini jika dari Simpang Lima ambil arah melalui jalan Gajah Mada (dapat melalui Jalan Brigjen DI Panjaitan atau Jalan Pandanaran) dan di perempatan lampu merah Depok (yang ada Toko sepatu Bata) belok ke kanan.

Pusat jajanan Semawis ini terletak di sebuah gang dengan panjang sekitar 350 meter. Pada kedua ujung gang, terdapat sebuah gapura yang menandakan daerah ini sebagai Pecinan Semarang, Semawis. Sepanjang Semawis ini terdapat pedagang kaki lima yang didominasi dengan aneka kuliner baik kuliner khas Tionghoa maupun kuliner khas Semarang dan Jawa Tengah. Makanan yang dijajakan di sini sebagian besar adalah mengandung babi, walaupun bagi pengunjung yang harus memilih masakan halal, juga ada namun harus berhati-hati dalam memilih. Makanan yang dijajakan antara lain: Nasi Campur khas Tionghoa (mengandung babi), sate, gudeg koyor khas Semarang, nasi pindang, nasi soto, nasi ayam, steamboat soup, bubur, bakmi, kwetiau, hingga makanan khas Palembang, Pempek. Selain itu juga tersedia penjual aneka jenis minuman, penjual aksesoris dan pernak-pernik. Pada bagian agak ke dalam, ada suatu panggung kecil tempat orang yang ingin berkaraoke.

Pada kesempatan ini penulis dan rombongan mencoba beberapa jenis kuliner seperti gudeg koyor khas Semarang, nasi pindang dan nasi soto, nasi campur, serta minuman liang teh. Gudeg koyor dengan harga Rp 10.000 per porsi yang terdiri dari gudeg nangka, krecek, opor ayam, telor setengah potong serta koyor (urat sapi). Rasa gudeg yang manis khas Semarang (berbeda dengan gudeg Jogja) menurut penulis cukup lezat juga. Selain itu penulis juga mencicipi Nasi Pindang daging sapi, yang rasanya juga cukup manis. Minuman yang dicoba adalah liang teh yang konon sebagai minuman penurun panas dengan harga Rp 3.000 per gelas. Penulis sangat senang karena dapat mencicipi salah satu makanan favorit penulis yaitu Gudeg Semarang di Semawis ini, yang cita rasanya tidak dapat penulis temukan di Jakarta.

Tak terasa setelah makan dan berkeliling ternyata waktu telah menunjukkan pukul 22.00, sehingga kami sudah harus segera kembali ke hotel untuk beristirahat karena besok harus menghadapi acara yang cukup padat.

Peta lokasi Semawis:

View Larger Map

Video tutorial cara mengakses GOOGLE MAPS menggunakan Telkomsel Simpati:

Friday, October 22, 2010

Berburu Kuliner Ke Luar Negeri Tetap Dapat Berkomunikasi Tanpa Takut Kena Roaming

Hasil berburu kuliner yang dilakukan penulis sampai saat ini dan telah diulas dalam blog BERBURU KULINER ini seluruhnya adalah kuliner di wilayah Pulau Jawa dan Sumatera. Sebenarnya penulis bercita-cita untuk mencicipi berbagai kuliner dari seluruh pelosok Nusantara bahkan Manca Negara. Penulis bercita-cita untuk dapat seperti Bondan Winarno yang dapat melakukan perjalanan ke berbagai daerah baik di Indonesia maupun manca Negara untuk mencicipi aneka jenis kuliner di seluruh dunia.

Namun hingga saat ini, cita-cita penulis tersebut baru dapat terwujud sebatas melakukan perjalanan ke beberapa daerah untuk berburu kuliner asal setiap daerah yang telah dikunjungi tersebut. Sedangkan untuk mewujudkan cita-cita berburu kuliner ke daerah lain yang belum pernah dikunjungi ataupun ke Luar Negeri, maka saat ini penulis telah berusaha mempersiapkan berbagai hal. Yang paling utama adalah mengumpulkan berbagai informasi mengenai aneka kuliner khas dari tiap daerah, referensi lokasi kuliner. Dengan demikian, apabila suatu saat penulis mendapatkan tugas maupun melakukan perjalanan ke luar kota atau luar negeri, maka penulis telah siap langsung berburu kuliner terbaik di daerah yang dikunjungi.

Satu yang tak kalah penting yang harus dipersiapkan dalam rangka berburu kuliner ke luar negeri adalah sarana komunikasi. Di saat teknologi informasi dan telekomunikasi yang berkembang sangat pesat ini, maka dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak dapat terpisahkan dengan telepon selular (ponsel) sebagai kita berkomunikasi. Bagi orang yang sering melakukan aktivitas di berbagai tempat, maka ponsel ini menjadi demikian penting. Penulis juga sangat merasakan ketika melakukan perjalanan dari satu kota ke kota lainnya, maka harapan penulis adalah ponsel yang dimiliki penulis ini dapat digunakan di daerah manapun tanpa harus melakukan registrasi ataupun mengubah nomor. Untuk itu, maka penulis harus memilih operator selular yang memiliki berbagai fasilitas yang memudahkan penggunanya dengan harga yang paling ekonomis. Untuk itulah, maka sejak awal penulis telah memilih untuk menggunakan operator selular XL. Apalagi saat ini operator selular XL ini telah memberikan berbagai macam fasilitas untuk pengguna ponsel BlackBerry.


Operator selular XL adalah merupakan operator selular pertama di Indonesia yang mempelopori tarif bebas roaming nasional. Ketika sekitar awal tahun 2000-an, ketika operator selular lainnya masih mengenakan biaya roaming ketika penggunanya berada di luar kota. Biaya roaming ini dikenakan ketika pengguna yang berada di luar kota menerima panggilan. Karena adanya fasilitas inilah maka ketika itu penulis menjatuhkan pilihan untuk menggunakan operator selular XL (nomor ponsel penulis hanya 6 digit di belakang 0817, yaitu nomor 0817 13XXXX, jadi penulis adalah pengguna setia XL lho… hehehe…). Tarif bebas roaming nasional ini benar-benar sangat bermanfaat ketika itu bagi penulis apalagi tugas penulis yang sering bepergian ke berbagai daerah di Indonesia.

Pada pertengahan bulan ini penulis memperoleh informasi dari Media Indonesia online, edisi tanggal 13 Oktober 2010 ternyata XL telah membuat sebuah terobosan baru, dimana XL memberikan suatu fasilitas baru kepada para penggunanya yang sering melakukan perjalanan ke luar negeri berupa fasilitas “Bebas Roaming Internasional di 7 Negara”. Fasilitas ini diberikan untuk jenis layanan XL BlackBerry. Menurut salah satu media online yaitu Kaltim Post, layanan bebas roaming internasional yang diberikan XL ini adalah merupakan inovasi layanan pertama di dunia. Fasilitas bebas roaming internasional ini diberikan untuk pengguna di 7 negara yaitu: Malaysia (dengan operator Celcom), Singapura (dengan operator M1), Kamboja (dengan operator Hello), Bangladesh (dengan operator Robi), Sri Lanka (dengan operator Dialog), Hongkong (dengan operator SmartTone) dan Jepang (dengan operator Softbank).

Fasilitas layanan bebas roaming internasional ini berlaku untuk periode 13 Oktober 2010 s.d. 31 Desember 2010 yang akan otomatis diaktifkan apabila pelanggan mengaktifkan layanan BlackBerry Full Service Rp 99.000 per bulan tanpa perlu melalui proses registrasi. Fasilitas bebas roaming yang diberikan XL ini berupa (sebagaimana dikutip dari situs resmi XL):

Untuk pelanggan XL BlackBerry Full Service bulanan yang yang menggunakan kartu XL Prabayar bisa secara otomatis menikmati fasilitas gratis internasional roaming selama 3 hari pertama yang berlaku di 7 negara begitu mengaktifkan layanan XL BlackBerry dengan tarif hanya Rp. 99.000/bulan. Pelanggan tidak akan dikenakan biaya apapun untuk mengaktifkan layanan roaming internasionalnya. Fasilitas gratis roaming ini berlaku selama 3 hari pertama di negara yang dikunjungi serta untuk maksimal 3 kali kunjungan di negara tujuan dalam jangka waktu 30 hari atau sebulan. Untuk hari ke-4 dan seterusnya di setiap kunjungan akan dikenakan tarif roaming normal.

Sementara bagi pelanggan XL BlackBerry yang menggunakan kartu XL Pascabayar, fasilitas gratis internasional roaming bisa dinikmati selama 9 hari dalam jangka waktu 30 hari di 7 negara yang termasuk dalam daftar program bebas internasional roaming ini. Untuk hari ke-10 dan seterusnya, akan dikenakan tarif roaming normal.

Bagi pelanggan baru, cara mendapatkan fasilitas gratis layanan internasional roaming ini sangat mudah. Pelanggan cukup mengaktifkan layanan BlackBerry Full Service bulanan dengan cara kirim SMS dengan menuliskan “BB(spasi)BULAN lalu kirim ke 568. Setelah menerima notifikasi, jawab dengan ketik Y dan kirim lagi ke 568. Pelanggan akan mendapatkan notifikasi lagi yang menginformasikan bahwa dalam 24 jam layanan XL BlackBerry akan aktif. Dengan aktifnya layanan XL BlackBerry Full Service Bulanan, otomatis pula akan aktif fasilitas roaming internasional. Layanan Blackberry Roaming akan otomatis dihentikan saat pelanggan tiba di Indonesia.

Informasi selengkapnya dapat diperoleh di Situs Resmi XL atau baca di sini.

Dengan demikian, keinginan penulis untuk berburu kuliner ke luar negeri akan terbantu oleh XL tanpa perlu khawatir akan kesulitan dalam berkomunikasi karena mahalnya biaya pulsa untuk menelepon. Semoga penulis dapat mewujudkan keinginan untuk berburu kuliner di Luar Negeri, terutama mencoba kuliner di Singapura seperti di: Makan Sutra Hawker Centre (Glutton’s Bay Hawker Centre), Chinatown Complex Food Centre, East Coast Lagoon Food Village, Geylang Serai Market, Golden Mile Food Centre, Lau Pa Sat Festival Market, Maxwell Food Centre, Newton Food Centre, Zion Riverside Food Centre dan sebagainya. Semoga tercapai…