Tuesday, November 24, 2009

Restoran River Side di Tepi Sungai Musi

PALEMBANG - SUMATERA SELATAN
Salah satu tempat makan di Palembang yang cukup banyak dikunjungi oleh para wisatawan maupun para pejabat/petinggi yang datang mengunjungi kota Palembang adalah Restoran River Side yang terletak di tepi Sungai Musi yang tidak jauh dari Jembatan Ampera. Restoran ini berada di dalam bekas sebuah kapal (sudah tidak dioperasikan lagi) yang ditambatkan di tepi Sungai Musi yang dirancang sedemikian rupa sehingga menjadi restoran dengan 2 (dua) lantai dan dilengkapi dengan pendingin ruangan. Pada lantai dasar restoran ini selain tempat makan, juga terdapat sebuah panggung yang dilengkapi dengan live music dan pengunjung juga dapat menyanyi secara langsung ke atas panggung. Di luar kapal (di tepi sungai) juga disediakan banyak meja bagi pengunjung yang ingin makan di luar.
Makanan yang disajikan di restoran ini mulai dari sajian khas Palembang seperti Pindang ikan/daging, masakan sea food, hingga masakan chinese food dan Eropa.
Sambil menikmati sajian makanan, pengunjung dapat melihat pemandangan sungai Musi serta Jembatan Ampera. Disarankan bagi para pengunjung yang ingin menikmati suasana Palembang di restoran ini, agar mengunjungi restoran ini pada waktu malam hari, karena suasana jembatan Ampera dan sungai Musi terlihat lebih indah pada waktu malam hari.
Restoran ini terletak di kawasan Benteng Kuto Besak, yang terletak dekat Mesjid Agung dan di belakang Gedung Walikota.

Penilaian Penulis
Suasana malam yang dapat dinikmati melalui restoran ini terlihat cukup indah. Namun sayangnya pada saat akhir pekan restoran ini cukup ramai dan para pelayannya kurang tanggap sehingga jika kita memesan makanan, akan mendapatkan pelayanan yang cukup lama. Menu makanan di tempat ini cukup variatif namun menurut penulis rasanya biasa saja. Kekurangan dari menu di tempat ini adalah porsinya yang sangat sedikit (satu porsi lauk hanya cukup untuk satu atau dua orang saja), walaupun harganya yang cukup mahal (satu porsi berkisar antara Rp 25.000 s.d. Rp 35.000, sedangkan untuk udang dapat mencapai Rp 60.000), jadi bagi para pengunjung agar jangan terkecoh dengan ukuran porsinya (ukuran porsi yang tercantum dalam Daftar Menu tidak sesuai dengan kenyataan yang dihidangkan).
Selain itu, saran Penulis bagi para pengunjung yang ingin ketenangan makan sambil menikmati pemandangan alam, agar mengambil ruangan di lantai atas atau tempat di luar kapal, karena di lantai bawah dalam kapal itu, suasana cukup hingar bingar akibat adanya live music, apalagi jika ada pengunjung yang bernyanyi.










Suasana Malam Jembatan Ampera yang terlihat dari Restoran River Side

Monday, September 28, 2009

UDANG MADU MANG ENGKING


DEPOK-JAWA BARAT
Menempati lahan seluas 2.000 m2 di dalam kawasan Danau Salam kampus Universitas Indonesia, Depok, dengan 22 tempat makan yang berbentuk saung dan satu gubuk utama, Gubuk Makan “Mang Engking” menjadi salah satu lokasi kuliner yang banyak diburu orang. Pemilik rumah makan ini bernama Engking Sodikin (45) yang kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat saat ini sukses mengelola rumah makannya yang menyajikan menu andalan yang spesial yaitu udang galah bakar madu dan ikan gurame bakar. Sebelum terjun ke dunia bisnis kuliner ini, Engking Sodikin adalah merupakan pengusaha tambak udang.
Rumah makan milik Engking Sodikin di Depok ini merupakan cabang yang ketiga setelah di Yogyakarta dan Surabaya. Dibuka untuk pertama kalinya pada tahun 2007, kini rumah makan ini telah berkembang pesat.
Pada hari biasa Gubuk Makan Mang Engking mulai buka pukul 10.00 dan tutup pada pukul 21.00 dengan last order pada pukul 20.30.
Dari tagline-nya “Special Udang Galah dan Ikan Gurame” kita tahu bahwa yang menjadi menu andalan pastinya adalah udang dan ikan gurame. Tampilan menu udang bakar madu yang disajikan mirip seperti sate dan tampilan warna merah merona memang menggoda hasrat untuk cepat-cepat mencicipi. Rasa manis serta daging udang yang lembut dan segar di lidah terasa sangat klop dipadu dengan nasi hangat.
Selain udang bakar madu, ikan gurame bakar khas “Mang Engking” juga memiliki citra rasa yang lezat, selain bumbu yang meresap sempurna dan proses pembakaran yang tidak merusak permukaan ikan, menjadikan menu ini sangat digemari para pengunjung. Rasa ikan gurame yang segar dan jauh dari aroma amis begitu pas jika ditemani dengan lalapan plus sambal terasi serta kelapa muda utuh sebagai minumnya.

Sebagai referensi menu-menu yang terdapat di rumah makan “Mang Engking” harga yang dipatok berkisar dari Rp 1.000 sampai Rp 79.000. Untuk menu andalan seperti Udang Bakar Madu, Anda harus mengeluarkan kocek sebesar Rp 79.000 per 0,5 kg.
Sementara untuk Ikan Gurame Bakar ukuran besar Rp 59.500/ekor, ukuran sedang Rp 49.500/ekor, dan untuk ukuran yang kecil 39.500/ekor.

Sedangkan menu minuman kelapa muda utuh dihargai Rp 8.500 per butir. Selain menu andalan tersebut, rumah makan ini juga menyediakan , rumah makan ini juga menghidangkan menu lain, seperti udang saus tiram, udang saus padang, udang asam manis, gurame cobek, kepiting saus tiram, kangkung tumis, karedok, dan sambal terasi dadak.
Selain menu-menu terpisah di rumah makan ini juga disediakan paket untuk enam orang dan untuk menu ini dikenakan biaya sebesar Rp 365.000.

Walaupun rumah makan Mang Engking ini dapat menampung sekitar 100 orang, namun agar Anda tidak kecewa karena tidak kebagian tempat maka sebelum datang ke sini ada baiknya untuk memesan tempat dan menu di Gubuk Makan “Mang Engking”, Anda dapat menghubungi 021-99569150 atau 08161117751.

Peta menuju lokasi:

Kwetiau Bagan

BANDENGAN SELATAN - JAKARTA UTARA
Rumah Makan ini terletak di Jalan Bandengan Selatan No. 16, Jakarta Utara, Telepon: 021-6916632. Menu yang cukup terkenal dari dari rumah makan ini adalah kwetiau Bagan. Dinamakan ”Kwetiau Bagan” karena pemilik yang sekaligus sebagai koki dari rumah makan ini adalah berasal dari Bagan Siapi-api, daerah yang pada masa lalu sangat terkenal sebagai penghasil ikan terbesar di Indonesia yang terletak di sisi pantai timur laut Riau.
Kwetiau Bagan ini adalah masakan yang berbahan dasar kwetiau yang digoreng dengan cabe merah dihaluskan (sambal) yang menyebabkan kwetiau ini berwarna merah, udang, telur, taoge dan jerohan babi (hati babi) sehingga hasilnya kwetiau ini berwarna merah. Bagi yang menyukai masakan pedas, menu kwetiau Bagan ini sangat cocok.
Selain menu kwetiau Bagan, masih ada lagi menu mie goreng yang rasanya cukup manis karena dimasak dengan kecap, telur, udang, taoge, daging babi dan jerohan babi yaitu hati babi. Harga per porsi untuk kwetiau Bagan dan Mie Goreng ini adalah sebesar Rp 15.000.
Di samping kedua menu tersebut, masih ada menu lainnya seperti bihun goreng, mie kuah, nasi goreng. Selain itu juga tersedia berbagai macam minuman dan salah satu minuman yang layak untuk dicoba yaitu Liang Teh, yang konon merupakan minuman penurun panas dalam.
Menurut penilaian Penulis yang telah beberapa kali makan di tempat ini, menu yang disajikan di rumah makan ini layak untuk dicoba. Cuma bagi para pemburu kuliner yang akan mencoba masakan di rumah makan ini agar diingat janganlah membeli cakwee dan membawa masuk ke rumah makan ini (yang kebetulan penjual cakwee berada di depan rumah makan ini). Entah mengapa di dinding rumah makan ini tertempel tulisan "Dilarang Membawa Cakwee".