Wednesday, December 12, 2012

Batagor Riri - Batagor Bandung Yang Perlu Dicoba


Bandung - Sebagaimana tulisan terdahulu tentang kuliner Batagor Abuy yang sudah pernah dicoba oleh penulis, kali ini kembali penulis mencoba salah satu kuliner Bandung yang terkenal yaitu Batagor Riri.

Berdasarkan cerita yang beredar, disebutkan bahwa Batagor sebenarnya adalah kuliner yang diciptakan oleh resto batagor Riri. Namun kebenarannya masih belum dapat dipastikan.
Namun memang saat ini batagor Riri adalah merupakan batagor yang cukup terkenal di Bandung yang konon disebutkan sebagai kuliner yang layak untuk dicoba.

Kuliner Batagor Riri ini telah mulai diperkenalkan ke masyarakat Bandung sejak tahun 1985. Hal ini sesuai yang mereka cantumkan pada papan nama Resto Batagor Riri. Resto Batagor Riri ini terletak di Jl. Burangrang No. 41 Bandung (depan BCA). Nomor telepon yang dapat dihubungi adalah +62 (022) 7303349 dan nomor telepon seluler +62 813 22033349 serta +62 (022) 7030 3349. Batagor Riri juga memiliki situs dengan alamat www.batagor.com. Namun ketika penulis mencoba mengakses situs ini, ternyata situsnya tidak dapat dibuka.

Harga sepotong batagor Riri adalah Rp 8.000 dan bagi pembeli yang akan menjadikannya sebagai oleh-oleh, maka akan dikemas dalam keranjang yang terbuat dari anyaman bambu (besek).

Dari segi rasa, memang batagor Riri ini cukup lezat. Rasa ikannya yang sangat terasa dan menurut penulis ikan yang digunakan sebagai bahan untuk membuat batagor ini juga dipilih ikan yang segar sehingga membuat rasa batagornya menjadi lezat dan tidak bau amis. Menurut penulis, rasa batagor Riri ini sebanding dengan batagor Abuy yang sebelumnya juga sudah pernah penulis coba.

Penulis merekomendasikan kuliner yang satu ini layak untuk dicoba.

Wednesday, October 10, 2012

Toge Goreng Kuliner Khas Bogor

Depok - Salah satu kuliner khas Kota Bogor yang unik dan cukup lezat adalah tauge (toge) goreng. Janganlah Anda berfikir bahwa yang namanya tauge goreng cara memasaknya adalah dengan digoreng. Sebenarnya tauge goreng ini diolah dengan cara merebus semua bahan makanannya yang terdiri dari tauge (kecambah), oncom, dan mie kuning. Semua bahan ini direbus dalam sebuah penggorengan (wajan/kuali) datar kecil yang berisi air. Mungkin karena proses memasaknya yang dilakukan di dalam wajan, dan diaduk-aduk dengan sebuah alat seperti sodet dari kayu sehingga menyerupai proses menggoreng, akibatnya kuliner ini disebut sebagai toge goreng.

Toge goreng yang bahan dasarnya dari tauge dan dicampur dengan ketupat, oncom dan mie kuning serta disiram dengan kuah yang terbuat dari tauco dan oncom yang dimasak dengan bumbu bawang merah, cabai merah dan kecap.

Beberapa lokasi yang menjajakan kuliner toge goreng yang cukup terkenal di kota Bogor antara lain adalah di Pasar Anyar dan di Jl. Suryakencana. Namun kali ini penulis tidak akan menceritakan kuliner yang ada di kota Bogor ini. Kali ini penulis menikmati toge goreng yang dijajakan oleh penjual keliling yang penulis temukan di Kota Depok, Jawa Barat, tepatnya di Perumahan Ampel, Jalan Ampel Raya, Depok Timur.

Penjual toge goreng, yang berasal dari daerah Darmaga, Bogor, ini menjajakan dagangannya berkeliling di sekitar daerah Depok Timur dan selalu singgah ke Perumahan Ampel ini. Awalnya secara iseng penulis mencoba toge goreng ini. Ternyata lumayan enak juga. Kuah tauconya lumayan pas bumbu dan rasanya. Rasanya tidak kalah dengan toge goreng yang dijual di tempat kuliner yang terkenal di Bogor. Bagi yang suka dengan pedas, dapat menambahkan sambal yang menggunakan cabe rawit hijau.

Seporsi toge goreng dibandrol dengan harga Rp 7.000 menurut penulis cukup sebanding dengan rasanya dan juga tidak perlu jauh-jauh harus ke Kota Bogor untuk menikmati toge goreng.

Friday, September 7, 2012

Chai Kue, Kuliner Ringan Dari Pontianak

PONTIANAK - Pontianak adalah merupakan kota dengan pusat beragam jenis kuliner yang lezat. Umumnya kuliner di kota Pontianak ini adalah kuliner yang mengandung babi. Namun banyak juga makanan yang tidak mengandung babi. Salah satunya adalah Chai Kue (walaupun ada beberapa pembuat chai kue yang mungkin menambahkan minyak babi saat membuat adonannya, walaupun sebenarnya adonan yang enak itu harus dibuat dengan campuran minyak sayur). Chai kue berasal dari kata: "chai" yang artinya adalah sayur dan "kue" yaitu kue, sering juga dikenal sebagai "Choi Pan". Chai kue memang merupakan sejenis kue yang isinya adalah sayuran dan dimasak dengan cara dikukus. Chai kue memiliki beberapa variasi isi, ada yang isi bengkoang, talas yang dicampur dengan sedikit ebi halus, rebung dan kucai. Sedangkan kue atau adonan kulit pembungkusnya terbuat dari tepung beras dan dicampur dengan sedikit tepung sagu/tapioka.

Sebenarnya chai kue ini merupakan kuliner yang dapat kita jumpai hampir di semua pelosok kota Pontianak. Chai kue ini ada yang dijajakan secara berkeliling oleh penjualnya, dijajakan di kaki lima, dijual di pasar, hingga yang dijual di cafe, rumah makan atau restoran. Chai kue mirip dengan menu makanan dim sum dan merupakan makanan selingan yang tidak terlalu mengenyangkan.

Penulis baru saja mendapatkan oleh-oleh dari keluarga penulis yang baru pulang ke Pontianak. Salah satu oleh-oleh yang didapatkan oleh penulis adalah sebungkus chai kue yang terdiri dari 18 potong chai kue dan isinya terdiri dari 3 jenis, yaitu chai kue dengan isi bengkoang, isi talas campur ebi halus dan isi kucai. Tekstur kulit yang menjadi pembungkus dari isinya yang lembut sungguh nikmat ditambah dengan isinya yang hanya sayuran membuat penikmat chai kue ini akan terus melahap makanannya ini. Apalagi ukuran chai kue yang kecil dan dengan satu suap saja sudah dapat dilahap, sehingga kita dapat saja makan hingga 10 potong chai kue tanpa merasa kenyang.

Menurut informasi yang diperoleh, harga sepotong chai kue ini relatif antara Rp 800 hingga Rp 1.000 per potongnya. Dan tempat penjual chai kue yang terkenal adalah di Jalan Siam (sebelumnya berjualan di Jl. Gajah Mada).